Main Post
Sabtu, 27 Oktober 2012
Sejarah Berdirinya Ekskul Robotik SMP YPK Bontang
A. Latar Belakang
Bontang merupakan kota kecil yang rata-rata penduduknya berstatus sejahtera yang salah satu faktornya karena adanya pabrik PT. Pupuk Kaltim yang merupakan pabrik pupuk terbesar se-Asia Tenggara. Pabrik tersebut menyediakan lapangan kerja yang banyak bagi penduduknya.
Namun, pada saat ini Bontang masih bisa dibilang kota yang sedang berkembang akan pendidikan sekolahnya(jadi belum bisa dikatakan paling hebat). Di tahun 2012-2013 ini, mungkin akan meledaknya dengan adanya ekskul robotik yang baru-baru ini didirikan di SMP YPK. Nah, bagaimanakah sejarah berdirinya ekskul tersebut di SMP YPK Bontang? Mari kita simak.
B. Sejarah
Surabaya, Januari 2011
Empat orang siswa (yaitu Salsa, Muzakki, Jati, dan Vendra) saat itu sedang mewakili sekolahnya untuk mengikuti semacam olimpiade yang bernama "Science Camp" yang meliputi bidang Bahasa Inggris, Biologi, Fisika, dan Matematika. Pembukaan dari ajang olimpiade tersebut bisa dibilang mewah akan pengetahuannya. Pembukaan dari olimpiade tersebut diadakan di salah satu GOR Surabaya. Pembukaan disi dengan pameran-pameran yang unik, yaitu beberapa hasil karya kreatifitas siswa-siswi di Surabaya. Tetapi ketiga siswa dari SMP YPK Bontang yaitu Muzakki, Jati, dan Vendra tertarik akan pameran hasil karya siswa Surabaya yang membuat robot-robot keren. Saat itu robot yang dipamerkan ada "Line Follower(mikro dan analog)", "Soccer", "Fire Extinguisher" , dan masih banyak lagi. Intinya karena mereka bertiga tertarik, mereka memberi usul kepada kepala sekolah SMP YPK agar membuat ekskul robotik disana agar pula Bontang tidak ketinggalan zaman. Sayangnya, kepala sekolah menjawab, "Tapi kita mau mencari pelatihnya dimana? Masa mau panggil orang jawa ke Bontang? Kan repot?". Jati, Vendra, Muzakki pun menerima jawaban kepala sekolah dengan ikhlas karena mereka bertiga tau bahwa di Bontang itu tidak ada orang yang pantas untuk menjadikannya sebagai pelatih/ pembimbing robotika nanti.. Tapi saat itu Jati beriming di dalam hati, "Andai saja aku bisa membuat ekskul robotika di SMP YPK dengan tanganku sendiri...."Bontang, Agustus 2011
![]() |
| Bapak Ahmad Rahmanto |
Pada pertemuan pertama ekskul KIR, Pak Ahmad sebagai pembimbing perwakilan ekskul KIR menjelaskan bagaimana sistem ekskul tersebut. Jadi ekskul tersebut dibagi menjadi 3 bidang, yaitu IPA, IPS, Komputer, dan Teknologi. (Nantinya, bidang komputer tersebut akan dihapus oleh sekolah dikarenakan sekolah sudah memiliki Ekskul Komputer. Jadi bidang komputer dilarang oleh sekolah untuk percabangan dari KIR. Jadi siswa yang mengikuti bidang komputer sendiri akan dipindahkan ke bidang teknologi)
Nantinya, IPA akan dibina oleh Pak Ahmad itu sendiri, IPS akan dibina Pak Haenur, dan Teknologi akan dibina oleh salah satu teman Pak Ahmad, yaitu Pak Amir dan Pak Bagus. Bidang yang paling banyak diharapkan siswa adalah teknologi. Alasannya karena dibidang teknologi sendiri kegiatannya nanti akan mempelajari membuat robot. Mungkin bagi para siswa, robot adalah sesuatu yang baru di Bontang. Di tengah pertemuan pertama ekskul tersebut pun Pak Ahmad membagi anggota ekskul KIR terhadap cabangnya akan nantinya tidak ada bidang yang keberatan sebelah.
Di akhir pertemuan, Pak ahmad ingin membuat struktur organisasi baru ekskul KIR 2011-2012 yang terdiri dari anggota kelas 8. Seleksi dilakukan dengan cara mirip seperti "Pemilu". Tetapi sebelum pemilihan, calon harus berpidato dahulu akan visi dan misi terhadap ekskul ini. Akhirnya ketua dan wakil dalam ekskul ini telah terpilih. Ketuanya Jati, dan Wakilnya Neil. Kebetulan pula mereka berdua adalah sahabat sejak kecil dan sekarang pun masih "iya".
Bontang, November 2011
![]() |
| Pak Amir |
Saat pelajaran, Pak Amir ternyata membawa salah satu robotnya yaitu "Line Follower". Katanya target pertama pada pelajaran ini adalah menyelesaikan robot line follower. Maka dari itu ekskul KIR Teknologi ini meminta dana kepada sekolah untuk membeli fasilitas untuk membuat robot. Akhirnya pun sekolah menerima permintaannya.
Sesuai dengan namanya, Line Follower adalah robot yang bisa
berjalan menggunakan roda mengikuti garis. Sensor cahayalah yang membuat robot
tersebut dapat mengikuti garis tersebut. Cara kerjanya cukup mudah. Ketika
transmitter (infrared) memancarkan cahaya ke bidang berwarna putih, cahaya akan
dipantulkan hampir semuanya oleh bidang berwarna putih tersebut. Sebaliknya,
ketika transmitter memancarkan cahaya ke bidang berwarna gelap atau hitam, maka
cahaya akan banyak diserap oleh bidang gelap tersebut, sehingga cahaya yang
sampai ke receiver tinggal sedikit. Perbedaan cahaya yang diterima oleh
receiver akan menyebabkan hambatan yang berbeda-beda di dalam receiver (photo
dioda) tersebut. Ilustrasinya seperti gambar di bawah ini.
Kalau cahaya yang dipantulkan bidang putih :
Kalau cahaya yang dipantulkan bidang hitam :
Bontang, April 2012
![]() |
| Kak Firdaus |
Kak Firdaus adalah pemuda lulusan dari ITS yang memiliki tujuan untuk mengembangkan atau memajukan pengetahuan robotika di Bontang. Mengapa harus di Bontang? Karena di Bontang saat itu pengetahuan robotik masih kurang. Maka dari itu dia memilih Bontang sebagai sasaran untuk bekerja yang baru saja lulus kuliah. Sedikit informasi, ternyata Kak Firdaus sendiri adalah alumni YPK. Dari SD sampai SMA, dia bersekolah di YPK.
Selama berbulan-bulan pun murid-murid dari kak Firdaus dan Pak Amir mengerjakan project Line Follower ini. Memang memakan waktu yang lama. Alasannya karena pertemuan ekskul tersebut adalah satu minggu sekali. Selain itu karena mambuat robot adalah suatu yang baru bagi murid-murid mereka. Ditengah-tengah pekerjaan, murid dari Kak Firdaus dan Kak Amir pun dapat event, yaitu menampilkan hasil karyanya untuk tampil di Inagurasi siswa baru di bulan Juli nanti. Maka dari itu jam pertemuan dari ekskul tersebut kadang-kadang ditambah tetapi tidak pernah dikurangi.
Bontang, Juli 2012
Akhirnya robot Line Follower pun selesai. Event Inagurasi pun dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan permintaan seorang guru SMP YPK, Pak Sinto. Ya, memang banyak sekali perjuangan-perjuangan yang dikeluarkan oleh Kak Firdaus, Pak Amir, beserta murid-muridnya. Beberapa anggota ekskul KIR teknologi pun, satu-persatu tidak aktif menjalankan pertemuan dan bahkan ada yang sampai keluar pada saat pertengahan pekerjaan Line Follower tersebut.
| Pak Sinto(tangan kiri kepala sekolah), Kepala Sekolah(tengah), Pak Hendro(tangan kanan kepala sekolah), Pak Cipto (selipan antara Kepala Sekolah dan Pak Hendro |
Pak Sinto benar-benar tertarik dengan ekskul KIR teknologi tersebut. Sehingga anggota dari ekskul tersebut memiliki kebanggaan sendiri atas kerja kerasnya sehingga bisa membuat seorang guru terpukau. Sehingga pak Sinto sendiri memberi support yang hebat kepada ekskul ini.
Ditengah-tengah waktu, tiba-tiba ekskul KIR Teknologi tersebut di pisah dari ekskul KIR dan diubah namanya menjadi "Ekskul Robotika". Enta saya lupa peristiwa apa yang membuatnya begitu.
Dengan berdirinya Ekskul Robotika, maka dari itu anggota KIR Teknologi berubah menjadi nama anggota ekskul robotika. Karena ekskul robotika baru berdiri dan belum tersusun struktur organisasi, maka kak Firdaus beserta muridnya mengadakan rapat. Saat itu yang menghadiri rapat adalah Kak Firdaus dan mantan ekskul KIR Teknologi, yaitu Jati, Neil, Aan, Hadied, Faiz, dan Shofwan. Intinya hasil dari rapat tersebut adalah :
1. Terangkatnya Jati sebagai ketua, Neil sebagai Sekretaris, Faiz dan Shofwan sebagai bendahara dan Aan sebagai promosi.
2. Tugas dari kak Firdaus yaitu mencari anggota baru ekskul robotika max 30 orang (termasuk senior). Alasannya agar sekolah tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membiayai fasilitas ekskul ini yang membutuhkan robot.
3. Diangkatnya seluruh anggota ekskul KIR Teknologi menjadi anggota senior ekskul robotika.
Bontang, Agustus 2012
Tugas dari kak Firdaus pun selesai. Sebelumnya, ekskul ini mencari anggotanya dengan menyeleksi siswa yang berminat dikarenakan siswa yang mendaftar lebih dari 30 orang, sedangkan perintah dari kak Firdaus batasnya adalah 30 orang. Saat menyeleksi pun semuanya berjalan dengan lancar. Walaupun ekskul Robotik ini sudah tidak ada campur tangan dari Pak Ahmad, tetapi Pak Ahmad pun ikut serta pun dalam menyeleksi anggota baru robotik ini.
Tetapi ada permasalahan dengan penerimaan anggota ekskul robotik ini, yaitu murid baru yang keterima ada lebih dari 30 orang. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi berlebihnya yang keterima dari ekskul ini.
Bontang, September 2012
Akhirnya ekskul ini di telah berjalan dengan lancar sesuai harapan. Pada pertemuan pertama, ketua ekskul robotik ini memberikan peraturan yang harus di patuhi kepada anggotanya. Saat itu Kak Firdaus tidak bisa menghadiri pertemuan ekskul robotik karena ia sedang pergi ke Surabaya untuk mengurusi persiapan lomba yang akan diikuti oleh senior ekskul robotika di tahun 2013 nanti. Jadi yang memberi materi kepada anggota baru robotik adalah anggota senior robotik.
Bontang, Oktober 2012
Kak Firdaus telah datang ke Bontang. Ia memberikan project kepada seluruh anggota ekskul robotik(senior maupun junior) untuk membuat robot Light Follower. Kak Firdaus juga menjelaskan beberapa hal yaitu hasil dia menginjak kaki di Surabaya yaitu, tentang lomba yang akan diikuti oleh anggota senior. Targetnya adalah mengejar piala mentri nasional nanti.
Saya sebagai penulis pun berpikir pun berpikir, "Andai saja jika kami dapat memenangkan kejuaraan untuk merebut piala menteri ini, pasti ekskul robotika akan meledak di Bontang pada tahun 2013 nanti". Ya, itu hanyalah sebuah prediksi yang entah akan benar-benar terjadi atau tidak.
C. Kesimpulan dan Sekupas Info
1. Berkat Pak Ahmad Rahmanto -lah sebagai faktor utama dalam mendirkan ekskul ini. Alasannya, jika Pak Ahmad tidak mengajak temannya untuk membimbing murid KIR Teknologi, maka ekskul robotik pun tidak akan jadi di SMP YPK.
2. Harapan Jati pun yang dulu ingin mendirikan ekskul robotik di SMP YPK pun tercapai berkat bantuan dari berbagai pihak.
3. Sebenarnya di tengah-tengah cerita, Jati dan Faiz tiba-tiba muncul sebuah ide yaitu, jika mereka menginjak kakinya di SMA nanti, mereka ingin bersama-sama dengan kak Firdaus untuk bekerja menyebarkan ilmu robotik. Tujuan dari Jati dan Faiz ingin berlatih dan merasakan betapa sulitnya mencari uang sendiri agar kelak tidak menjadi anak manja saat kuliah nanti.
4. Ekskul Robotik di SMP YPK bukanlah yang pertama di Bontang. Dulu, sebenarnya di sekolah lain sudah ada. Hanya saja tak lama kemudian hilang begitu saja.
5. Disamping Kak Firdaus melatih muridnya di SMP YPK, ia membangun sebuah tempat usaha (tempat kerja) buatannya sendiri. Nama usahanya tersebut adalah Mas-BRO (Markas Bontang Robotik Organization).
6. Mas-Bro adalah satu-satunya tempat yang menjual peralatan dan komponen-komponen robot terlengkap di Bontang pada tahun 2012.
7. Pada tahun 2012, Ekskul Robotika di Bontang cuman ada satu, yaitu di SMP YPK Bontang.
8. Ekskul ini dapat berdiri karena atas bantuan dari pihak-pihak terkait yang telah membantu.
Maaf jika ada kesalahan dan jika Anda ingin meralat, kami akan mempersilakan anda dengan senang hati untuk berkomentar.
Jumat, 26 Oktober 2012
Rangkuman Materi Sejarah kelas 9
Upaya
Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
FAKTOR
YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KONFLIK ANTARA INDONESIA DAN BELANDA:
1. Kedatangan
tentara sekutu diboncengi oleh NICA (Netherland Indies Civil administration)
Semenjak Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945 secara hukum tidak berkuasa lagi di Indonesia
Semenjak Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945 secara hukum tidak berkuasa lagi di Indonesia
Kedatangan
NICA berupaya menegakan kembali kekuasaan di Indonesia
Perjanjian Linggajati (25 Maret 1947)
konflik Indonesia belanda
tidak mungkin diselesaikan dengan kekuatan senjata (menurut Inggris)
Kelanjutan perundingan, dilanjutkan di Linggajati, Cirebon, dengan hasil perundingan sbb.:
Dari indo. : Sutan Syahrir, Moh. ROem, A.K. Gani, Soesanto
Tirtoprojo.
Dari Belanda : Schermerhorn, Van
Mook, Van Poll
Akibat ditanda tanganinya
perundingan Linnggajati:
Agresi
Militer Belanda I (21 Juli 1947-4 Agustus 1947)
Komisi Tiga Negara
Beranggotakan :
PBB berhasil mempertemukan
Indonesia dan belanda kembali dalam perundingan Renville
Agresi
Militer Belanda II (19 Desember 1948-28 januari 1949)
•
Di bawah pimpinan Dr.Bell Belanda melakukan
serangan secara mendadak atas kota Yogyakarta.
•
Berhasil menawan presiden Soekarno dan M. Hatta
kemudian dibawa ke Bangka.
•
Sebelum ditawan presiden sempat melakukan sidang
kabinet, dengan hasil sbb. :
•
pemberian mandat kepada Mr. Syafrudin
Prawiranegara untuk membentuk PDRI di Bukit Tinggi.
•
Presiden dan wakil tetap didalam kota agar dekat
dengan KTN.
•
Pimpinan
TNI akan meyingkir ke luar kota untuk melakukan perang Gerilya.
Dampak:
•
Belanda mendapat kecaman dari dunia
internasional.
•
PBB mengeluarkan resolusi tanggal 28 januari
1949.
•
Amerika mengancam akan menghentikan program Marshall
Plan.
Resolusi Dewan Keamanan PBB (28 Januari 1949)
•
Penghentian semua operasi militer belanda dan aktifitas perang gerilya
•
Pembebasan semua tahanan politik RI
•
Belanda
harus memberi kesempatan kepada pemimpin RI untuk kembali ke Yogyakarta.
•
Perundingan akan dilakukan langsung di bawah
pengawasan PBB.
•
KTN di ubah menjadi UNCI (United Nation Comission
for Indonesia)
•
Melalui UNCI Indonesia kembali dipertemukan dengan Belanda
melalui perundingan Roem-Royen.
Pemerintah Darurat
RI (PDRI)
•
Presiden: Syafrudin Prawironegara.
•
Diumumkan pada: 22 desember 1948
•
Jika
pembentukan PDRI gagal,maka Menteri Luar Negeri Agus salim memerintahkan
kepada A.A. Maramis untuk membentuk “Exil government” di India.
•
Tujuan:
untuk tetap menjaga kelangsungan NKRI.
Serangan Umum (1
Maret 1949)
Tujuan atau latar belakang: menepis anggapan dunia internasional bahwa
pemerintahan RI sudah tidak ada.
Penggagas: Sri Sultan
Hamengkubuono IX
•
Proses: Sri Sultan H B IX mendengar dari
siaran radio ( voice of Amerika, BBC, ABC) bahwa forum PBB akan membicarakan masalah Indonesia pada
bulan Maret 1949.
•
atas
dasar itu RI perlu membuat kejutan yang membuka pandangan dunia tentang
perjuangan Indonesia. Sri sultan
meminta izin kepada panglima Soedirman.
•
Soedirman mengatakan agar Sri Sultan berhubungan
langsung dengan Letkol Soeharto.
•
Lalu kedua tokoh itu menyusun rencana serangan
umum tersebut.
•
Yogyakarta mampu dikuasai selama 6 jam
•
Serangan Umum disiarkan melalui pemancar radio
di Wonosobo.
•
Dampak:
•
menunjukan
pada dunia internasional bahwa RI masih ada
•
mendukung perjuangan RI dalam forum
internasional.
•
Mendorong perubahan sikap USA.
•
Meninggikan moral rakyat dan TNI.
•
Mematahkan moral dan semangat pasukan belanda.
Perundingan Roem-Royen (7 mei 1949)
Utusan delegasi yang hadir:
•
Merle COCHRAN selaku wakil AS dalam UNCI
Moh. Roem delegasi Indonesia
Van Royen delegasi belanda
ISI POKOK :
Van Royen delegasi belanda
ISI POKOK :
•
pernyataan
delegasi Indonesia:
•
Menghentikan perang gerilya
•
Bekerja
sama untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban
•
Ikut
serta dalam KMB untuk mempercepat penyerahan kekuasaan dan kedaulatan
tanpasyarat
•
Pernyataan
delegasi Belanda:
•
Menyetujui kembalinnya pemerintah RI
keYogyakarta
•
Penghentian
semua operasi miiliter dan membebaskan semua tahan pollitik Indonesia
•
Tidak mendirikan Negara di wilayah RI
•
Memyetujui
RI sebagai bagian Negara Indonesia Serikat
•
Bersungguh-sungguh dalam KMB
Konferensi Inter-Indonesia
Sebelum melakukan
KMB, para pemimpin RI melakukan pendekatan politik dengan BFO. Tujuan : agar RI
dan BFO dapat memadukan kekuatan nasional untuk menghadapi Belanda.
Dilakukan pada
19-22 Juli 1949 di Yogyakarta, 31Juli 1949 di Jakarta.
HASIL :
HASIL :
•
BFO
mengakui bahwa NIS akan menerima kedaulatan RI dan Belanda.
•
Menyetujui
pembentukan Komite Persiapan Nasional terdiri dari RI dan BFO
•
Negara bagian tidak memiliki tentara yang
terpisah-pisah
•
BFO
mendukung tuntutan RI supaya penyerahan kedaulatan menjadi nyata, tanpa syarat
dan tanpa ikatan politik.
Konferensi Meja Bundar
KMB berlangsung pada 23 Agustus –
2 November 1949 di Den Haag.
Utusan yang hadir:
•
ketua : Perdana Menteri Belanda
Dr. Willem Drees
•
delegasi Indonesia: Moh. Hatta
•
delegasi BFO : Sultan Hamid
•
delegasi Belanda: Van Maarseven
•
UNCI: Chritchley
Dua masalah yang sulit dipecahkan
dalam Konferensi tersebut:
•
Masalah UNI Indonesia –Belanda, Indonesia
menghendaki kerja sama yang bebas, sedangkan
Belanda kerja sama yang bersifat permanen.
•
Soal Hutang Indonesia Belanda, Belanda
menghendaki Indonesia mengambil alih semua
hutang Hindia belanda sampai konferensi.
Hasil:
•
Belanda akan mengakui kedaulatan RIS pada bulan
Desember 1949.
•
Masalah
Irian Barat ditunda satu tahun setelah pengakuan kedaulatan.
•
Dibentuk
Uni Indonesia-Belanda berdasarkan kerjasama suka rela dan sederajat.
•
RIS membayar semua hutang Belanda sejak tahun
1942.
•
Pasukan Belanda Koninklijk (KL) leger dan
koninklijk miletaire (KM) akan dipulangkan,
dan bekas anggota KNIL dapat
bergabung menjadi APRIS.
•
27 Desember 1949 upacara penanda tanganan yang
dilakukan oleh Ratu Yuliana, Dr. Willem Drees, Moh. Hatta
di Jakarta
terjadi serah terima kekuasaan dari Wakil Tinggi Mahkota Belanda A.H.J. Lovink
ke Sri Sultan HB IX dari pihak Indonesia.
Pemisahan Campuran
Dalam Kimia dan teknik kimia, proses pemisahan digunakan
untuk
mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari
suatu campuran
senyawa kimia. Sebagian besar senyawa kimia ditemukan di
alam dalam keadaan
yang tidak murni. Biasanya, suatu senyawa kimia berada dalam
keadaan
tercampur dengan senyawa lain. Untuk beberapa keperluan
seperti sintesis
senyawa kimia yang memerlukan bahan baku senyawa kimia dalam
keadaan
murni atau proses produksi suatu senyawa kimia dengan
kemurnian tinggi, proses
pemisahan perlu dilakukan. Proses pemisahan sangat penting
dalam bidang teknik
kimia. Suatu contoh pentingnya proses pemisahan adalah pada
proses pengolahan
minyak bumi. Minyak bumi merupakan campuran berbagai jenis
hidrokarbon.
Pemanfaatan hidrokarbon-hidrokarbon penyusun minyak bumi
akan lebih
berharga bila memiliki kemurnian yang tinggi. Proses
pemisahan minyak bumi
menjadi komponen-komponennya akan menghasilkan produk LPG,
solar, avtur,
pelumas, dan aspal.
Secara mendasar,
proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses
perpindahan massa. Proses pemisahan sendiri dapat
diklasifikasikan menjadi
proses pemisahan secara mekanis atau kimiawi. Pemilihan
jenis proses pemisahan
yang digunakan bergantung pada kondisi yang dihadapi.
Pemisahan secara
mekanis dilakukan kapanpun memungkinkan karena biaya
operasinya lebih
murah dari pemisahan secara kimiawi. Untuk campuran yang
tidak dapat
dipisahkan melalui proses pemisahan mekanis (seperti
pemisahan minyak bumi),
proses pemisahan kimiawi harus dilakukan.
Proses pemisahan
suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode.
Metode pemisahan yang dipilih bergantung pada fasa komponen
penyusun
campuran. Suatu campuran dapat berupa campuran homogen (satu
fasa) atau
campuran heterogen (lebih dari satu fasa). Suatu campuran
heterogen dapat
mengandung dua atau lebih fasa: padat-padat, padat-cair,
padat-gas, cair-cair, cairgas, gas-gas, campuran padat-cair-gas, dan
sebagainya. Pada berbagai kasus, dua atau lebih proses pemisahan harus
dikombinasikan untuk mendapatkan hasil
pemisahan yang diinginkan.
METODE
PEMISAHAN CAMPURAN
Metode pemisahan
merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau
memurnikan suatu senyawa atau skelompok senyawa yang
mempunyai susunan
kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala
laboratorium maupun
skala industri. Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan
zat murni atau
beberapa zat murni dari suatu campuran, sering disebut
sebagai pemurnian dan
juga untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu
sampel (analisis
laboratorium).
Berdasarkan tahap proses pemisahan, metode pemisahan dapat
dibedakan menjadi
dua golongan, yaitu metode pemisahan sederhana dan metode
pemisahan
kompleks.
1. Metode Pemisahan Sederhana
Metode pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan
cara satu
tahap. Proses ini terbatas untuk memisahkan campuran atau
larutan yang
relatif sederhana.
2. Metode Pemisahan Kompleks
Metode pemisahan kompleks memerlukan beberapa tahapan kerja,
diantaranya penambahan bahan tertentu,pengaturan proses
mekanik alat,
dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan. Metode ini biasanya
menggabungkan dua atau lebih metode sederhana. Contohnya,
pengolahan
bijih dari pertambangan memerlukan proses pemisahan
kompleks.
Keadaan zat yang diinginkan dan dalam keadaan campuran harus
diperhatiakn
untuk menghindari kesalahan pemilihan metode pemisahan yang
akan
menimbulkan kerusakan hasil atau melainkan tidak berhasil.
Beberapa faktor yang
perlu diperhatikan antara lain :
1. Keadaan zat yang diinginkan
terhadap campuran, apakah zat ada di dalam
sel makhluk hidup, apakah bahan
terikat secara kimia, dan sebagainya.
2. Kadar zat yang diinginkan terhadap
campurannya, apakah kadarnya kecil
atau besar.
3. Sifat khusus dari zat yang
diinginkan dan campurannya, misalnya zat tidak
tahan panas, mudah menguap,
kelarutan terhadap pelarut tertentu, titik
didih, dan sebagainya.
4. Standar kemurnian yang
diinginkan. Kemurnian 100% memerlukan tahap
yang berbeda dengan 96%.
5. Zat pencemar dan campurannya
yang mengotori beserta sifatnya.
6. Nilai guna zat yang
diinginkan, harga, dan biaya proses pemisahan.
DASAR-DASAR METODE PEMISAHAN
Suatu zat dapat dipisahkan dari campurannya karena mempunyai
perbedaan sifat.
Hal ini dinamakan dasr pemisahan. Beberapa dasar pemisahan
campuran antara
lain sebagai berikut :
zat yang tidak diinginkan (zat pencmpur) dapat dipisahkan
dengan metode
filtrasi (penyaringan). jika partikel zat hasil lebih kecil
daripada zat
pencampurnya, maka dapat dipilih penyring atau media berpori
yang
sesuai dengan ukuran partikel zat yang diinginkan. Partikel
zat hasil akan
melewati penyaring dan zat pencampurnya akan terhalang.
2. Titik didih, bila antara zat hasil dan zat pencampur
memiliki titik didih
yang jauh berbeda dapat dipishkan dengan metode destilasi.
Apabila titik
didih zat hasil lebih rendah daripada zat pencampur, maka
bahan
dipanaskan antara suhu didih zat hasil dan di bawah suhu
didih zat
pencampur. Zat hasil akan lebih cepat menguap, sedangkan zat
pencampur
tetap dalam keadaan cair dan sedikit menguap ketika titik
didihnya
terlewati. Proses pemisahan dengan dasar perbedaan titik
didih ini bila
dilakukan dengan kontrol suhu yang ketat akan dapat
memisahkan suatu
zat dari campuranya dengan baik, karena suhu selalu
dikontrol untuk tidak
melewati titik didih campuran.
3. Kelarutan, suatu zat selalu memiliki spesifikasi
kelarutan yang berbeda,
artinya suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang
berbeda,
artinya suatu zat mungkin larut dalam pelarut A tetapi tidak
larut dalam
pelarut B, atau sebaliknya. Secara umum pelarut dibagi
menjadi dua, yaitu
pelarut polar, misalnya air, dan pelarut nonpolar (disebut
juga pelarut
organik) seperti alkohol, aseton, methanol, petrolium eter,
kloroform, dan
eter.
Dengan melihat
kelarutan suatu zat yang berbeda dengan zat-zat lain
dalam campurannya, maka kita dapat memisahkan zat yang
diinginkan
tersebut dengan menggunakan pelarut tertentu.
4. Pengendapan, suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap
yang berbeda
dalam suatu campuran atau larutan tertentu. Zat-zat dengan
berat jenis yng
lebih besar daripada pelarutnya akan segera mengendap. Jika
dalam suatu
campuran mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan
pengendapan yang berbeda dan kita hanya menginginkan salah
satu zat,
maka dapat dipisahkan dengan metode sedimentsi tau
sentrifugsi. Namun
jika dalm campuran mengandung lebih dari satu zat yang akan
kita
inginkan, maka digunakan metode presipitasi. Metode
presipitasi biasanya
dikombinasi dengan metode filtrasi.
5. Difusi, dua macm zat berwujud cair atau gas bila dicampur
dapat berdifusi
(bergerak mengalir dan bercampur) satu sama lain. Gerak
partikel dapat
dipengaruhi oleh muatan listrik. Listrik yang diatur
sedemikian rupa (baik
besarnya tegangan maupun kuat arusnya) akan menarik partikel
zat hasil
ke arah tertentu sehingga diperoleh zat yang murni. Metode
pemisahan zat
dengan menggunakan bantuan arus listrik disebut
elektrodialisis. Selain itu
kita mengenal juga istilah elektroforesis, yaitu pemisahan
zat berdasarkan
banyaknya nukleotida (satuan penyusun DNA) dapat dilakukan
dengan
elektroforesis menggunakan suatu media agar yang disebut gel
agarosa.
6. Adsorbsi, merupakan penarikan suatu zat oleh bahan
pengadsorbsi secara
kuat sehingga menempel pada permukaan dari bahan
pengadsorbsi.
Penggunaan metode ini diterapkan pada pemurnian air dan
kotoran renik
atau organisme.
JENIS-JENIS METODE PEMISAHAN
1.
Filtrasi (Penyaringan)
Pemisahan dengan cara filtrasi bertujuan untuk memisahkan zat padat dari zat cair dalam suatu campuran berdasarkan perbandingan wujudnya. Alat yang kita gunakan untuk menyaring disebut penyaring. Ukuran penyaring disesuaikan dengan ukuran zat yang akan disaring. Sebagai contoh, pemisahan pasir dan kerikil tentu membutuhkan saringan yang berbeda dengan saringan yang digunakan untuk menyaring tepung.
Zat-zat yang mempunyai perbedaan kelarutan seperti garam kotor ternyata dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Garam dapur yang bercampur dengan kotoran kita larutkan dalam air, kemudian kita saring. Kotoran akan tertinggal dalam kertas saring, sedangkan garam yang larut dalam air masuk menembus kertas saring. Zat yang tertinggal dalam kertas saring disebut residu, sedangkan cairan yang dapat menembus kertas saring disebut filtrat.
Pemisahan dengan cara filtrasi bertujuan untuk memisahkan zat padat dari zat cair dalam suatu campuran berdasarkan perbandingan wujudnya. Alat yang kita gunakan untuk menyaring disebut penyaring. Ukuran penyaring disesuaikan dengan ukuran zat yang akan disaring. Sebagai contoh, pemisahan pasir dan kerikil tentu membutuhkan saringan yang berbeda dengan saringan yang digunakan untuk menyaring tepung.
Zat-zat yang mempunyai perbedaan kelarutan seperti garam kotor ternyata dapat dipisahkan dengan cara penyaringan. Garam dapur yang bercampur dengan kotoran kita larutkan dalam air, kemudian kita saring. Kotoran akan tertinggal dalam kertas saring, sedangkan garam yang larut dalam air masuk menembus kertas saring. Zat yang tertinggal dalam kertas saring disebut residu, sedangkan cairan yang dapat menembus kertas saring disebut filtrat.
2. Destilasi
Destilasi atau penyulingan adalah suatu cara pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih komponen-komponen penyusun campuran. Jadi, destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran dari dua atau lebih cairan yang mempunyai titik didih berbeda.
Pemisahan spiritus yang bercampur dengan air dapat dilakukan dengan cara destilasi. Campuran spiritus dengan air kita masukkan dalam labu destilasi, kemudian dipanaskan. Proses yang terjadi adalah campuran air dan spiritus dipanaskan hingga suhu 80oC sehingga spiritus menguap sedang air belum menguap. Uap spiritus didinginkan dalam pendingin Liebieg, sehingga mengembun dan menetes di tabung erlenmeyer. Zat yang dihasilkan dari destilasi yang disebut destilat.Salah satu contoh destilasi terbesar saat ini adalah proses pengolahan minyak bumi menjadi fraksi-fraksi minyak bumi, seperti LPG, bensin, minyak tanah, solar, pelumas, dan aspal.
Destilasi atau penyulingan adalah suatu cara pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih komponen-komponen penyusun campuran. Jadi, destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran dari dua atau lebih cairan yang mempunyai titik didih berbeda.
Pemisahan spiritus yang bercampur dengan air dapat dilakukan dengan cara destilasi. Campuran spiritus dengan air kita masukkan dalam labu destilasi, kemudian dipanaskan. Proses yang terjadi adalah campuran air dan spiritus dipanaskan hingga suhu 80oC sehingga spiritus menguap sedang air belum menguap. Uap spiritus didinginkan dalam pendingin Liebieg, sehingga mengembun dan menetes di tabung erlenmeyer. Zat yang dihasilkan dari destilasi yang disebut destilat.Salah satu contoh destilasi terbesar saat ini adalah proses pengolahan minyak bumi menjadi fraksi-fraksi minyak bumi, seperti LPG, bensin, minyak tanah, solar, pelumas, dan aspal.
3. Kristalisasi
Kristalisasi ini banyak dilakukan oleh para pembuat garam. Garam dihasilkan melalui cara menguapkan air laut. Prosesnya sederhana, yaitu sebagai berikut. Mula-mula air laut dialirkan ke tambak-tambak dan dibiarkan menguap karena panas matahari hingga beberapa hari. Setelah semua air menguap, akan dihasilkan kristal-kristal garam.
•
Destilasi
Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu
bahan
yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan
lain yang
mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan adalah
titik didih
yang berbeda. Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah
bentuk
larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan
titik didihnya
tidak terlalu dekat. Proses pemisahan yang dilakukan adalah
bahan
campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan
yang
diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap
dilewatkan
pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair
ditampung dalam
wadah. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat,
sedangkan sisanya
disebut residu. Contoh destilasi adalah proses penyulingan
minyak bumi,
pembuatan minyak kayu putih, dan memurnikan air minum.
• Ekstraksi
Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan
campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar metode pemisahan
ini adalah
kelarutan bahan dalam pelarut tertentu.
• Adsorbsi
Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu
bahan
dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi
secara kuat
sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi.
Penggunaan
metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik
atau
mikroorganisme, memutihkan gula yang berwarna coklat karena
terdapat
kotoran.
• Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan
kecepatan
perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar
pemisahan
metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya
absorbsi oleh
bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan). Contoh
proses
kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk
memisahkan
tinta.
PEMANFAATAN METODE PEMISAHAN
Pada proses pemisahan suatu campuran ada yang memerlukan
metode
pemisahan, ada pula yang dikombinasi lebih dari satu jenis
metode. Berikut ini
beberapa contoh pemanfaatan metode pemisahan dengan
menggunakan metode
pemisahan tertentu.
1. Pemurnian
Garam Dapur
Air laut banyak mengandung mineral terutama garam dapur (NaCl).
Petani
garam dapur memisahkan garam dapur dengan menjemur air laut
pada sebuah
bangunan yang datar dan lapang. Garam yang diperoleh,
kemudian diolah di
industri untuk dicuci dan ditambah iodium.
2. Pemurnian
Air Minum
Air adalah sumber kehidupan. Air selalu diperlukan dalam
setiap bidang
kehidupan kita.bagi penduduk Indonesia, tidak sulit untuk
mendapatkan air tawar,
namun di daerah timur tengah sulit untuk mendapatkan air
tawar. Mereka
melakukan penyulingan (destilasi) untuk memperoleh air tawar
secara besarbesaran.
Langganan:
Postingan (Atom)
Visitors
Popular Posts
-
Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA KONFLIK ANTARA INDONESIA DAN BELANDA: 1. Kedat...
-
Beda Potensial dan Tegangan Listrik Semua alat dapat membuat kedua ujung penghantar mempunyai beda potensial disebut sumber tegangan...
-
1. Judul: Pembuatan Tape Singkong 2. Tujuan : Untuk menumbuhkan jamur Saccaromyces cerevisae 3. Alat dan bahan: a. Kompor d...
-
Inilah dia characteristicku. Menurut saya, semua yang dinyatakan disini BENAR semua. WAHAHAA!!!! Pokoknya kira - kira hampir mirip kaya...
-
SPORTKU.COM - Mungkin ada satu jenis mobil yang tidak akan dikenal di Indonesia tetapi sangat populer di daratan Amerika dan Eropa, yaitu ...
POST!
Blog Archive
-
▼
2012
(30)
-
▼
Oktober
(13)
- Teknologi Mobil Mercedes Benz
- Yang Baru di Windows 8
- Membuat Scroll Box di Blog
- Ilustrasi Evolusi Manusia di Masa Depan Nanti
- Proses Pembuatan Processor Komputer
- Sejarah Berdirinya Ekskul Robotik SMP YPK Bontang
- Rangkuman Materi Sejarah kelas 9
- Pemisahan Campuran
- OSN Tingkat Kabupaten/ Kota (lupa tahun berapa)
- Praktikum Bioteknologi "Tape Singkong"
- Resensi "Lawan Bahaya Cuci Otak dan Pengendalian P...
- Membuat Makalah
- Volta, Kering, dan Aki
-
▼
Oktober
(13)







